News Update :


Tampilkan postingan dengan label Materi Pembelajaran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Materi Pembelajaran. Tampilkan semua postingan

Perkembangan Seni lukis pada zaman klasik

Perkembangan Seni lukis pada zaman klasik
Perkembangan Seni lukis pada zaman klasik
Seni lukis zaman klasik kebanyakan dimaksudkan untuk tujuan:

    * Mistisme (sebagai akibat belum berkembangnya agama)
    * Propaganda (sebagai contoh grafiti di reruntuhan kota Pompeii),

Di zaman ini lukisan dimaksudkan untuk meniru semirip mungkin bentuk-bentuk yang ada di alam. Hal ini sebagai akibat berkembangnya ilmu pengetahuan dan dimulainya kesadaran bahwa seni lukis mampu berkomunikasi lebih baik daripada kata-kata dalam banyak hal.

Seni lukis zaman pertengahan

Sebagai akibat terlalu kuatnya pengaruh agama di zaman pertengahan, seni lukis mengalami penjauhan dari ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan dianggap sebagai sihir yang bisa menjauhkan manusia dari pengabdian kepada Tuhan. Akibatnya, seni lukis pun tidak lagi bisa sejalan dengan realitas.

Kebanyakan lukisan di zaman ini lebih berupa simbolisme, bukan realisme. Sehingga sulit sekali untuk menemukan lukisan yang bisa dikategorikan "bagus".

Lukisan pada masa ini digunakan untuk alat propaganda dan religi. Beberapa agama yang melarang penggambaran hewan dan manusia mendorong perkembangan abstrakisme (pemisahan unsur bentuk yang "benar" dari benda.
read more>>

Aliran Seni Rupa Pada Zaman Prasejarah


Aliran Seni Rupa Pada Zaman Prasejarah
Aliran Seni Rupa Pada Zaman Prasejarah
Aliran Seni Rupa Pada Zaman Prasejarah - Secara historis, seni lukis sangat terkait dengan gambar. Peninggalan-peninggalan prasejarah memperlihatkan bahwa sejak ribuan tahun yang lalu, nenek moyang manusia telah mulai membuat gambar pada dinding-dinding gua untuk mencitrakan bagian-bagian penting dari kehidupan. Sebuah lukisan atau gambar bisa dibuat hanya dengan menggunakan materi yang sederhana seperti arang, kapur, atau bahan lainnya. Salah satu teknik terkenal gambar prasejarah yang dilakukan orang-orang gua adalah dengan menempelkan tangan di dinding gua, lalu menyemburnya dengan kunyahan daun-daunan atau batu mineral berwarna.

Hasilnya adalah jiplakan tangan berwana-warni di dinding-dinding gua yang masih bisa dilihat hingga saat ini. Kemudahan ini memungkinkan gambar (dan selanjutnya lukisan) untuk berkembang lebih cepat daripada cabang seni rupa lain seperti seni patung dan seni keramik.

Seperti gambar, lukisan kebanyakan dibuat di atas bidang datar seperti dinding, lantai, kertas, atau kanvas. Dalam pendidikan seni rupa modern di Indonesia, sifat ini disebut juga dengan dwi-matra (dua dimensi, dimensi datar).

Objek yang sering muncul dalam karya-karya purbakala adalah manusia, binatang, dan obyek-obyek alam lain seperti pohon, bukit, gunung, sungai, dan laut. Bentuk dari obyek yang digambar tidak selalu serupa dengan aslinya. Ini disebut citra dan itu sangat dipengaruhi oleh pemahaman si pelukis terhadap obyeknya. Misalnya, gambar seekor banteng dibuat dengan proporsi tanduk yang luar biasa besar dibandingkan dengan ukuran tanduk asli. Pencitraan ini dipengaruhi oleh pemahaman si pelukis yang menganggap tanduk adalah bagian paling mengesankan dari seekor banteng. Karena itu, citra mengenai satu macam obyek menjadi berbeda-beda tergantung dari pemahaman budaya masyarakat di daerahnya.

Pada satu titik, ada orang-orang tertentu dalam satu kelompok masyarakat prasejarah yang lebih banyak menghabiskan waktu untuk menggambar daripada mencari makanan. Mereka mulai mahir membuat gambar dan mulai menemukan bahwa bentuk dan susunan rupa tertentu, bila diatur sedemikian rupa, akan nampak lebih menarik untuk dilihat daripada biasanya. Mereka mulai menemukan semacam cita-rasa keindahan dalam kegiatannya dan terus melakukan hal itu sehingga mereka menjadi semakin ahli. Mereka adalah seniman-seniman yang pertama di muka bumi dan pada saat itulah kegiatan menggambar dan melukis mulai condong menjadi kegiatan seni.

Demikin informasi Aliran Seni Rupa Pada Zaman Prasejarah semoga bermanfaat.
read more>>

Rangka Tubuh Manusia

Gerakan tubuh dimungkinkan
karena adanya kerjasama antara tulang
dan otot. Tulang tidak dapat berfungsi
sebagai alat gerak bila tidak digerakkan
oleh otot. Otot dapat menggerakkan
tulang karena dapat berkontraksi. Otot
disebut alat gerak aktif sedangkan
tulang disebut alat gerak pasif.
Tulang-tulang di dalam tubuh manusia
membentuk rangka.
Fungsi rangka:
1. Memberi bentuk pada tubuh.
2. Sebagai alat gerak pasif.
3. Melindungi alat-alat tubuh dalam
yang lemah.
4. Sebagai tempat melekatnya otototot
rangka.
5. Menunjang tegaknya tubuh.
6. Tempat pembentukan sel-sel darah.
7. Sebagai tempat penimbunan mineral

1. Tengkorak
Tengkorak terbentuk dari tempurung otak (kranium) dan bagian
wajah.
a. Kranium
Fungsi untuk melindungi otak.
Terdiri dari tulang-tulang:
1) Tulang dahi (os frontal), 2 tulang ubun-ubun (os parietal), 2 tulang
kepala belakang (os occipetal).
2) Tulang baji (os sphenoidal), 2 tulang tapis (os ethmoidal), 2 tulang pelipis
(os temporal).
b. Bagian wajah
Bagian wajah disusun oleh tulang-tulang : 2 tulang rahang atas (os
maxillare), 2 tulang rahang bawah (os mandibulare), 2 tulang pipi (os
zigomaticum), 2 tulang langit-langit (os pallatum), 2 tulang hidung (os nasale),
2 tulang air mata (os lacrimale), 2 tulang mata bajak (os vomer), 1 tulang
lidah (os hyoideus).
2. Tulang Badan
Tulang badan terdiri atas tulang belakang, tulang dada, tulang rusuk,
tulang bahu, tulang panggul.
a. Tulang belakang
Fungsi: menyangga tengkorak, tempat perlekatan tulang-tulang
rusuk. Ruas-ruas tulang belakang terdiri atas 33 buah ruas tulang yang
terbagi menjadi beberapa bagian, yakni 7 ruas-ruas tulang leher
(servical), 12 tulang punggung (thoracales), 5 ruas tulang pinggang
(lumbales), 5 ruas tulang kelangkang (os sakrum), pada 7 ruas tulang
leher, ruas teratas atau pertama adalah tulang atlas, yang
menghubungkan tulang belakang dengan tulang tengkorak. Tulang
punggung terdiri atas 12 ruas, pada sisi kiri dan kanannya melekat
tulang-tulang rusuk.
b. Tulang dada
Tulang dada beserta tulang rusuk dan tulang punggung
membentuk dinding kuat yang melindungi alat tubuh penting yang
terdapat dalam rongga dada, seperti jantung dan paru-paru. Tulang
dada terdiri atas bagian hulu (manubrium sterni), bagian badan (corvus
sterni) dan taju pedang (processus xyphiodeus).
c. Tulang rusuk
Tulang rusuk terdiri atas 12 pasang. Ujung belakangnya melekat pada
ruas-ruas tulang belakang.
Tulang rusuk dapat dibedakan menjadi 3 macam:
1) Tulang rusuk sejati (7 pasang). Ujung belakangnya melekat pada ruasruas
tulang panggung, ujung depan melekat pada tulang dada.
2) Tulang rusuk palsu (3 pasang). Ujung belakang melekat pada tulang
rusuk di atasnya.
3) Tulang rusuk melayang (2 pasang). Ujung belakang melekat pada
ruas-ruas tulang belakang, sedangkan ujung depannya tidak melekat
pada tulang manapun.
d. Gelang bahu
Tulang gelang bahu terdiri dari: 2 tulang belikat (scapula) dan 2 tulang
selangka (clavicula).
e. Gelang panggul
Tulang gelang panggul terdiri dari 2 tulang usus (os ilium), 2 tulang
duduk (os ichium), 2 tulang kemaluan (os pubis).
3. Tulang Anggota Gerak
Tulang anggota gerak terdiri dari 2 kelompok, yaitu tulang anggota
atas (lengan), dan tulang anggota bawah (tungkai).
Lengan terdiri atas: 2 tulang lengan atas (humerus), 2 tulang pengumpil
(ulna), 2 batang hasta (radius), 16 tulang pergelangan tangan (os carpal),
10 tulang telapak tangan (os metacarpal), 28 ruas tulang jari tangan
(phalanges), ibu jari 12 ruas.
Tungkai terdiri atas: 2 tulang paha (femur), 2 tulang tempurung lutut
(patella), 2 tulang kering (tibia), 2 tulang betis (fibula), 14 tulang pergelangan
kaki (tarsal), 10 tulang telapak kaki (metatarsal), 28 ruas tulang jari kaki
(phalanges).
read more>>

Subjunctives Wish, If Only, Would Rather, As If/ As Thought

Subjunctives Wish, If Only, Would Rather, As If/ As ThoughtSubjunctive adalah bentuk kalimat pengandaian. Namun topik Subjunctive ini berbeda dengan Conditional. Conditional adalah kalimat pengandaian juga namun perbedaannya adalah Conditional dilengkapi dengan syarat-syarat tertentu untuk mengandai-andai. Misalnya "Aku akan mengundanya jika aku jadi kamu.".Subjunctives adalah sebuah harapan di masa yang akan datang atau bentuk penyesalan dari harapan yang tak terwujud.
read more>>

Objek dan Permasalahan Biologi


Objek dan Permasalahan BiologiHalo sobat wawasanfadhitya, setelah sebelumnya saya membahas tentang kelimpahan unsur dialam, kini saya akan membahas tentang objek dan permasalahan biologi, yang mana materi  ini merupakan materi kelas X SMA.

read more>>

Sistem Politik Bebas Aktif di Indonesia

Sistem Politik Bebas Aktif di Indonesia
SEJARAH KELAHIRAN POLITIK LUAR NEGRI REPUBLIK INDONESIA BEBAS AKTIF

Peristiwa Internasional yang terjadi meletusnya perang dunia ke 2 pada tahun 1939 antara 2 blok kekuatan, yaitu Negara-negara poros dengan Negara-negara sekutu. Bagian dari pernag dunia ke 2 yang terjadi di ASIA dikenal sebagai/ dengan sebutan PERANG ASIA TIMUR RAYA, yang berada di pihak JEPANG sehingga Jepang tidak membutuhkan waktu yang cukup banyak untuk menguasai hamper seluruh wilayah ASIA tenggara.
read more>>

Kelangkaan Ekonomi dan Penyebabnya

Kelangkaan Sumber Ekonomi- Kelangkaan Ekonomi dan Penyebabnya - Kelangkaan Ekonomi dan Penyebabnya
    Inti masalah ekonomi adalah keinginan yang tidak terbatas namun dengan alat pemenuh kebutuhan yang terbatas. Alat pemuas kebutuhan berupa barang atau jasa dengan sumber  daya yang sudah tersedia. Sumber daya yang tersedia bersifat  terbatas dan langka. Jadi, kebutuhan manusia yang tidak terbatas dihadapkan dengan sumber-sumber yang bersifat terbatas akan menimbulkan kelangkaasn sumber daya tersebut.
read more>>

Kebutuhan Dasar Manusia Sebagai Masalah Ekonomi

PENGANTAR
Modul “Permasalahan Pokok Ekonomi” ini, merupakan modul yang mengkaji tentang kebutuhan manusia yang banyak dan beraneka ragam sementara jumlah alat pemuas yang tersedia sangat terbatas.
Dengan mempelajari modul ini, diharapkan Anda akan mengetahui lebih banyak tentang “bagaimana upaya manusia memenuhi kebutuhan untuk mencapai kemakmuran”.
read more>>

 

Page Rank Check

Technology Blogs

© Copyright 2012.Wawasanfadhitya: Materi Pembelajaran | Template by Fandi Adhitya
All Rights Reserved | Privacy Policy