News Update :


Kini Kami Bekas Perokok..



Petugas paramedis dicitrakan sebagai orang-orang yang mengerti tentang kesehatan dan arti hidup sehat. Karena itu agak mengejutkan mengetahui bahwa Yadi Mulyadi (25), perawat di sebuah rumah sakit adalah pecandu rokok.

Setiap hari pria yang sudah 10 tahun menjadi perokok aktif itu menghabiskan dua hingga tiga bungkus rokok. Meski sudah berulang kali mencoba berpisah dari nikotin, tapi kebiasaan buruknya itu sulit ia tinggalkan.

Namun, sekarang ia berhasil berhenti merokok. Bukan alasan kesehatan yang membuatnya berhasil, tapi karena ia termotivasi oleh keluarga kecilnya. "Bila saya bisa berhenti merokok hingga akhir hayat, akan saya persembahkan keberhasilan ini untuk istri dan bayi saya," katanya.

Meminta perokok untuk berhenti dari kebiasaannya memang bukan hal mudah dan butuh waktu. Bukan saja rokok itu menyebabkan ketagihan, tetapi rokok sudah menjadi bagian dari kehidupan perokok. Bayangkan saja betapa sulitnya untuk membuang kebiasaan buruk Anda.


Simak penuturan Firmansyah (50) seorang karyawan TVRI yang juga pecandu rokok berat ini. "Kalau di rumah tak ada rokok, tidur saya tak tenang. Biar tengah malam dan ada hujan petir pun, saya bela-belain keluar untuk beli rokok. Saya baru tenang bila sudah ada persediaan rokok untuk bangun tidur," katanya.

Sejak menjadi perokok aktif 30 tahun silam, Firmansyah tak pernah sedetik pun berpisah dari rokok. "Saya merasa diperbudak rokok," katanya. Meski begitu, bukan sekali dua kali ia berusaha berhenti merokok, namun semua usahanya gagal.

"Oleh dokter saya diminta untuk mengurangi rokok. Awalnya saya mulai tidak mengantongi bungkusan rokok, jadi hanya beli sebatang. Tapi, kok, tanggung sebatang, beli tiga batang. Lama-lama karena capek mondar-mandir ke warung, saya beli sebungkus lagi," ujarnya.

Bila sudah empat bulan ini Firmansyah terbebas dari pengaruh rokok, bukan hanya niat kuat yang mendorongnya. "Modal awalnya memang niat ikhlas untuk berhijrah," katanya. Setelah memiliki keinginan serius untuk berhenti, pria ini mengikuti terapi terpadu dari dokter. Ia lalu mengikuti program Quitters Are Champions yang membantu perokok yang memiliki keinginan kuat untuk berhenti.

Quitter Are Champions merupakan program yang dilakukan oleh PT Pfizer bekerja sama dengan RSUP Persahabatan Jakarta. 18 orang yang lolos seleksi medis, termasuk di antaranya Yadi dan Firmansyah, mengikuti berbagai sesi konseling dan terapi farmakologis di bawah pengawasan medis untuk mengatasi keinginan terus merokok. Dalam waktu tiga bulan, para peserta program ini berhasil lepas dari rokok.

Untuk sukses melepaskan diri dari jeratan nikotin, program ini harus mendapat dukungan penuh dari keluarga atau teman para perokok. Para bekas perokok ini menyatakan bahwa dukungan dari lingkungan dan orang-orang terdekatnya sangat penting dalam diri mereka. Pada umumnya motivasi terbesar para perokok untuk berhenti memang karena faktor keluarga. "Sejak memiliki anak, saya termotivasi untuk hidup sehat karena saya ingin melihat anak saya tumbuh besar," kata Yadi.

Bagi masyarakat umum yang memiliki keinginan kuat untuk berhenti merokok tapi belum sempat mengikuti program tersebut, bisa menghubungi Klinik Berhenti Merokok RSUP Persahabatn di nomor telepon 087 881 055 458 selama jam kerja. Bila Yadi dan Firmansyah bisa berhenti merokok, mengapa Anda tidak?

Anda sedang membaca artikel tentang Kini Kami Bekas Perokok.. dan anda bisa menemukan artikel Kini Kami Bekas Perokok.. ini dengan url http://wawasanfadhitya.blogspot.com/2012/02/kini-kami-bekas-perokok.html,anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya jika artikel Kini Kami Bekas Perokok.. ini sangat bermanfaat bagi teman-teman anda,namun jangan lupa untuk meletakkan link Kini Kami Bekas Perokok.. sebagai sumbernya.

Share on :
Bookmark and Share
| | 3 comments



Artikel Terkait

3 comments:

chenlina mengatakan...

chenlina200160621
louis vuitton handbags
tod's shoes
vans shoes sale
adidas superstars
tory burch handbags
supra sneakers
adidas originals
coach outlet online
toms shoes
louis vuitton outlet
ray ban wayfarer
michael kors outlet online
gucci outlet
michael kors outlet
michael kors outlet
tods outlet online
gucci outlet
coach factory outlet
ray ban sunglasses
michael kors handbags
air jordan pas cher
jordan 4
fitflops shoes
ralph lauren outlet
true religion jeans sale
cheap jordan shoes
cheap nfl jerseys
louis vuitton purses
jordan retro 3
kd 8 shoes
ray ban sunglasses
oakley sunglasses
beats by dr dre
hollister clothing
asics shoes
coach outlet store online clearances
tory burch outlet
vans shoes
gucci belts
nike sb shoes
as

xjd7410@gmail.com mengatakan...

ray ban sunglasses
kate spade handbags
kevin durant shoes
tory burch outlet
michael kors outlet
louis vuitton handbags
fitflops
burberry outlet online
adidas outlet
louis vuitton handbags
coach outlet
coach outlet store online
ray ban sunglasses outlet
louis vuitton outlet
adidas shoes
louis vuitton outlet stores
cheap jordans
toms shoes outlet online
mont blanc
coach outlet
nike air max 90
jordan 6
timberland boots
michael kors outlet clearance
michael kors outlet
ralph lauren polo outlet
michael kors outlet
true religion outlet
christian louboutin shoes
coach outlet store online
ray ban sunglasses outlet
coach outlet store online
rolex watches
kate spade outlet
polo ralph lauren outlet
louis vuitton outlet
coach outlet store online
cheap ray ban sunglasses
nike roshe run
2016.7.27haungqin

Unknown mengatakan...

salomon shoes
hollister uk
canada goose jackets
michael kors canada
adidas nmd runner
michael kors handbags clearance
mulberry sale
oakley sunglasses
nike tn pas cher
canada goose jackets
chanyuan11.19

Komentar di: Kini Kami Bekas Perokok..

Berkomentarlah dengan sopan dan pastikan komentar anda bukan spam. Komentar spam akan dihapus.

 

Page Rank Check

Technology Blogs

© Copyright 2012.Wawasanfadhitya: Kini Kami Bekas Perokok.. | Template by Fandi Adhitya
All Rights Reserved | Privacy Policy