News Update :


Objek dan Permasalahan Biologi




Objek dan Permasalahan BiologiHalo sobat wawasanfadhitya, setelah sebelumnya saya membahas tentang kelimpahan unsur dialam, kini saya akan membahas tentang objek dan permasalahan biologi, yang mana materi  ini merupakan materi kelas X SMA.



1.Objek Biologi

Biologi berasal dari bahasa Yunani, yaitu bio yang berarti hidup
dan logos yang berarti ilmu pengetahuan. Dengan demikian, biologi
diartikan sebagai ilmu yang mempelajari tentang hidup dan kehidupan.
Objek biologi adalah semua makhluk hidup, mulai dari tingkat atom,
molekul, sel, jaringan, organ, individu, populasi, ekosistem, sampai bioma.
Pada tingkat molekul, biologi mempelajari berbagai macam struktur
dan ciri molekul yang berperan dalam reaksi penyusunan dan
pembongkaran. Molekul-molekul tersebut saling berhubungan dalam
membentuk sel. Sel bergabung menyusun jaringan dan beberapa jaringan
menyusun organ. Sistem organ bergabung menyusun tubuh makhluk hidup
(individu).
Setiap individu saling berhubungan membentuk sekumpulan individu
sejenis yang disebut populasi. Sekumpulan populasi yang saling
berhubungan satu dengan yang lain akan membentuk komunitas.
Komunitas dengan lingkungan abiotik menyusun ekosistem. Gabungan
berbagai ekosistem akan membentuk bioma. Hubungan antarbioma di
permukaan bumi akan membentuk biosfer.
Menurut Biological Science Curriculum Study (BSCS), biologi
memiliki objek berupa kingdom (kerajaan), yaitu Animalia (hewan),
Plantae (tumbuhan), dan Protista (makhluk hidup mirip hewan atau mirip
tumbuhan). Seiring dengan perkembangan ilmu dan teknologi, objek
biologi yang semula hanya dibagi menjadi 3 kingdom berkembang
menjadi 5 kingdom, yaitu Animalia, Plantae, Fungi, Protista, dan Monera.
Bahkan saat ini, makhluk hidup dikelompokkan menjadi 6 kingdom,
yaitu Animalia, Plantae, Fungi, Protista, Archaebacteria, dan Eubacteria.

Perbedaan Karakteristik Berbagai Kingdom

Kingdom Karakteristik Contoh Makhluk Hidup
1. Animalia: Multiseluler, eukariotik, bersifat heterotrof, Lebah, cacing, laba-laba, burung, dan
dan bergerak bebas. orang utan.
2. Plantae: Multiseluler, eukariotik, bersifat autotrof, Bunga sepatu, melati, melinjo, padi,
dan tidak dapat bergerak bebas. pisang, dan mangga.
3. Fungi: Uniseluler atau multiseluler, eukariotik, Jamur merang, jamur kuping, jamur
mencari makan dengan menyerap (absorpsi), tempe, dan ragi tapai.
dan parasit atau saprofit
4. Protista: Uniseluler, eukariotik, dan bersifat autotrof Amoeba, Paramecium, dan Euglena.
atau heterotrof
5. Monera: Uniseluler, prokariotik, dan bersifat autotrof Bakteri dan ganggang biru.
atau heterotrof


Keterangan:
a. Uniseluler ialah makhluk hidup bersel satu dan tidak dapat dilihat
secara langsung. Kita dapat melihatnya dengan mikroskop. Fungsi
kehidupan dilakukan oleh bagian-bagian penyusun sel itu sendiri.
b. Multiseluler ialah makhluk hidup bersel banyak, dapat dilihat secara
langsung tanpa bantuan mikroskop, dan tubuhnya sudah mengalami
pembagian tugas yang baik.
c. Eukariotik ialah makhluk hidup yang memiliki membran inti sel
sehingga inti sel tidak bercampur dengan sitoplasma (cairan sel).
d. Prokariotik ialah makhluk hidup yang belum memiliki membran inti
sel sehingga bahan-bahan inti sel bercampur dengan sitoplasma.
e. Heterotrof ialah makhluk hidup yang mengambil bahan organik dari
makhluk hidup lain dan tidak dapat membentuk bahan organik
sendiri.
f. Autotrof ialah makhluk hidup yang dapat menyediakan bahan
organik sendiri melalui proses fotosintesis. Makhluk hidup ini
dicirikan dengan adanya klorofil atau kemampuan menguraikan
bahan-bahan kimia sebagai energi dalam pembentukan bahan
organik.

Mulanya, biologi masih terbatas pada pengamatan dan pencatatan
terhadap gejala-gejala alam. Selanjutnya, kegiatan tersebut bertambah
dengan cara memberikan dan menjelaskan berlangsungnya gejala-gejala
alam tersebut yang bersifat kualitatif. Dapat dikatakan, biologi masih
bersifat kualitatif. Misalnya, pengamatan yang dilakukan Aristoteles
mengenai alam semesta. Aristoteles mencatat bahwa tiap-tiap benda
langit memiliki garis edar sendiri. Namun, Aristoteles belum dapat
menjawab pertanyaan, ”Mengapa benda-benda langit, termasuk bumi,
tidak jatuh?”
Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi,
biologi berkembang menjadi simulatif dan kuantitatif, ibarat pohon yang
rindang, maka ranting dan cabangnya juga semakin banyak. Kini biologi
memiliki cabang-cabang ilmu yang semakin spesifik dengan objek kajian
yang semakin khusus. Dari ilmu mengenai tumbuhan, muncul cabang
ilmu fisiologi tumbuhan, morfologi tumbuhan, anatomi tumbuhan, dan
sebagainya.
2. Permasalahan Biologi

Permasalahan biologi menunjukkan ruang
lingkup biologi, objek-objek biologi yang saling berhubungan mulai dari
tingkatan molekul, sel, jaringan, organ, individu, populasi, komunitas,
ekosistem, hingga tingkatan bioma.
Marilah kita pelajari permasalahan yang ada dalam setiap tingkatan
pada ruang lingkup biologi.

a. Tingkat Molekul
Di tingkat molekul, dipelajari struktur subselular (organel). Molekul
dapat dibedakan menjadi makromolekul yang lebih sederhana hingga
atom-atom (proton, neutron, dan elektron) yang membangunnya. Dalam
setiap tubuh makhluk hidup, selalu mengandung atom karbon (C =
carbon), hidrogen (H), dan oksigen (O) dalam tubuhnya. Sekumpulan
atom-atom akan membentuk molekul-molekul yang disebut molekul
organik. Ada empat golongan molekul organik, yaitu molekul lipid,
protein, karbohidrat, dan asam nukleat. Interaksi antarmolekul-molekul
tersebut akan membentuk organel yang memiliki fungsi tertentu.
Selanjutnya, interaksi tersebut membentuk organisasi tingkat sel.
Contoh permasalahan biologi yang dapat muncul di tingkat molekul
adalah virus. Meskipun virus hanya tersusun dari protein dan molekul
asam nukleat, virus dapat berkembang biak dan menyebabkan penyakit.
Selanjutnya, virus dimasukkan dalam kelompok tersendiri. Masalah virus
akan dibahas dalam kajian tersendiri di Bab 3.

b. Tingkat Sel
Sel adalah tingkat organisasi di atas molekul. Semua makhluk hidup
tersusun oleh sel, ada yang bersel satu atau bersel banyak. Sel sebagai
unit fungsional dan struktural terkecil bagi makhluk hidup bersel banyak
selalu memperlihatkan ciri-ciri hidup, di antaranya, sebagai berikut:
1. dapat berkembang biak atau menghasilkan keturunan;
2. dapat menghasilkan energi melalui serangkaian proses respirasi sel
dalam mitokondria;
3. memberikan respons atau tanggapan terhadap rangsang;
4. melakukan pencernaan intraseluler (digestive) dan pengeluaran
(ekskresi);
5. tumbuh dan berkembang. Sel-sel anak hasil pembelahan sel (mitosis)
akan tumbuh hingga mencapai ukuran tertentu, kemudian mulai
berkembang dan berdiferensiasi atau berspesialisasi (berubah
bentuk menurut fungsi-fungsi tertentu).
Permasalahan biologi dapat muncul pada tingkat sel, antara lain,
adanya perbedaan struktur sel hewan dan struktur sel tumbuhan. Pada
kenyataannnya, terdapat perbedaan antara sel hewan dan sel tumbuhan.
Perhatikan gambar sel hewan dan sel tumbuhan di samping! Dapatkah
kalian menemukan perbedaannya? Struktur sel hewan dan sel tumbuhan
selengkapnya akan kita bahas di kelas XI pada Program Studi Ilmu
Alam.

c. Tingkat Jaringan
Tingkat organisasi setelah sel adalah jaringan. Jaringan adalah
kumpulan sel-sel yang bentuknya sama untuk melaksanakan suatu fungsi
tertentu. Beberapa jaringan dasar penyusun tubuh hewan, antara lain,
jaringan, seperti epitelium, otot, ikat, tulang, dan saraf. Sementara itu,
jaringan pada tumbuhan, antara lain, epidermis, parenkima, kolenkima,
sklerenkima, endodermis, xilem, dan floem. Jaringan epidermis tersusun
atas sel-sel pipih dan susunannya rapat sehingga jaringan epidermis
memiliki fungsi sebagai pelindung. Bagaimana dengan jaringan parenkim?
Kalian tidak perlu mencari jawabannya karena selengkapnya akan
dibahas di kelas XI.

d. Tingkat Organ
Sekumpulan jaringan bekerja sama dalam membentuk organ. Coba
kalian sebutkan, organ apa saja yang kalian miliki? Manakah yang
termasuk ke dalam organ luar dan manakah yang termasuk organ dalam?
Organ dalam, misalnya, usus halus. Usus halus tersusun oleh beberapa
macam jaringan yang masing-masing membentuk fungsi tertentu, yaitu
jaringan, seperti epitelium, ikat, otot polos, dan saraf. Struktur kompleks
usus halus ini mempunyai satu fungsi, yakni untuk mencerna dan
menyerap sari-sari makanan.
Contoh permasalahan biologi di tingkat organ adalah infeksi usus
halus. Bagaimana akibat yang ditimbulkan dari infeksi di usus halus?
Sekumpulan organ yang bekerja sama akan membentuk suatu
sistem untuk menjalankan fungsi tertentu yang disebut dengan sistem
organ. Manusia dan hewan memiliki berbagai sistem organ, tetapi
tumbuhan tidak memiliki sistem organ.
Contoh sistem organ adalah sistem percernaan yang tersusun dari
organ mulut, esofagus, lambung, usus halus, usus besar, regtum, dan
anus. Fungsi sistem pencernaan adalah mencerna makanan secara
mekanik dan secara kimiawi sehingga bahan makanan yang kita makanmenjadi sari-sari makanan, diserap usus, dan diedarkan ke seluruh tubuh
sebagai bahan pembentuk energi untuk aktivitas. Pernahkah kalian
merasa lapar? Setelah makan, apa yang kalian rasakan? Tubuh menjadi
lebih segar dan berenergi kembali. Berbagai sistem organ bersatu hingga
membentuk suatu makhluk hidup yang hidup.
Contoh permasalahan biologi di tingkat sistem organ adalah kasus
pemisahan bayi kembar siam dengan pemisahan organ perut yang salah
satu bayinya tidak memiliki salah satu bagian dalam sistem pencernaan.
Bagaimana pemecahannya? Carilah jawabannya melalui berita-berita di
koran, majalah, atau internet mengenai kasus kembar siam!

e. Tingkat Individu atau Makhluk Hidup
Satu-satuan makhluk hidup disebut individu. Individu adalah satuan
makhluk hidup tunggal. Dapatkah kalian hitung, ada berapa individu
dalam kelasmu? Jika jumlah siswanya ada 30 orang, ditambah dengan
satu orang guru, ada berapa jumlah individu tersebut? Setiap individu
tidak dapat hidup sendiri. Mereka hidup bersama-sama dengan individu
lain yang sejenis atau tidak sejenis.

f. Tingkat Populasi
Tingkat selanjutnya adalah populasi. Masih ingatkah kalian apa arti
populasi? Populasi artinya kumpulan dari individu sejenis yang secara
bersama menempati suatu habitat. Bagaimana kalian dapat mengetahui
bahwa individu-individu itu sejenis? Sejenis atau spesiesnya sama ditandai
dengan adanya kemampuan untuk mengadakan perkawinan dan
menghasilkan keturunan yang fertil (subur). Dengan demikian, dalam
kelas kalian yang berisi 31 individu, terdapat berapa populasikah?
Jawabnya, ada satu populasi, yaitu populasi manusia.
Contoh permasalahan biologi yang dapat muncul di tingkat populasi
adalah budi daya ikan mas. Untuk budi daya ikan mas, kita memerlukan
individu-individu sejenis yang memiliki sifat unggul sehingga hasil
perkawinan di antara ikan mas adalah keturunan yang fertil.

g. Tingkat Ekosistem
Satu tingkat di atas populasi adalah komunitas. Komunitas adalah
kumpulan beberapa populasi yang tinggal bersama pada suatu wilayah
tertentu. Ekosistem merupakan hubungan
timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Kita mengenal
beberapa macam ekosistem, misalnya, ekosistem dataran rendah,
ekosistem pegunungan, ekosistem perairan tawar, dan ekosistem laut.
Permasalah yang muncul di tingkat ekosistem, antara lain, tanah
longsor, tercemarnya air sungai, dan penebangan liar di hutan. Keadaan
ini dapat mengakibatkan matinya tumbuhan dan hewan-hewan yang
hidup di dalamnya. Selain itu, juga dapat merusak habitat dan struktur
tanah serta perubahan suhu yang disebabkan berkurangnya tumbuhan
hijau.

h. Tingkat Bioma
Ekosistem-ekosistem tersebut akan membentuk bioma. Menurut
garis lintang, kita mengenal 6 macam bioma, mulai dari khatulistiwa
sampai kutub, yaitu bioma gurun, padang rumput, hutan gugur, hutan
hujan tropis, taiga, dan bioma tundra. Pemberian nama bioma didasarkan
pada jenis tumbuhan yang dominan. Misalnya bioma padang rumput
didominasi oleh tumbuhan rumput dan hewan mamalia besar, seperti
herbivor dan karnivor. Bagaimana ciri khas bioma gurun?
Yah saya kira cukup segitu dulu ya materi untuk pokok bahasan tentang objek dan permasalahan biologi ini. Mudah-mudahan artikel ini bermanfaat bagi pembaca wawasanfadhitya semua. Kritik dan saran selalu saya tunggu di form komentar dibawah ya..
Sekian..

Anda sedang membaca artikel tentang Objek dan Permasalahan Biologi dan anda bisa menemukan artikel Objek dan Permasalahan Biologi ini dengan url http://wawasanfadhitya.blogspot.com/2012/10/objek-dan-permasalahan-biologi.html,anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya jika artikel Objek dan Permasalahan Biologi ini sangat bermanfaat bagi teman-teman anda,namun jangan lupa untuk meletakkan link Objek dan Permasalahan Biologi sebagai sumbernya.

Share on :
Bookmark and Share
| | 11 comments



Artikel Terkait

11 comments:

cara info tips trik mengatakan...

oke terimakasih, berguna sbg rangkuman online

Fandi Adhitya mengatakan...

thanks udah visit

Anonim mengatakan...

Apa yang lain tidak asa masalahnya? Terima kasih

Anonim mengatakan...

*ada

Anonim mengatakan...

terima kasih, sangat membantu..

Anonim mengatakan...

Terimakasih atas infonya..

januar surya mengatakan...

terima kasih informasinya..

www.kiostiket.com

Anonim mengatakan...

terimakasih banyak artikelnya .........

Anonim mengatakan...

maksi banyak, ngebantu banget

Anonim mengatakan...

Terima kasih atas infonya,sangat membantu

Anonim mengatakan...

Makazie

Komentar di: Objek dan Permasalahan Biologi

Berkomentarlah dengan sopan dan pastikan komentar anda bukan spam. Komentar spam akan dihapus.

 

Page Rank Check

Technology Blogs

© Copyright 2012.Wawasanfadhitya: Objek dan Permasalahan Biologi | Template by Fandi Adhitya
All Rights Reserved | Privacy Policy